115 Titik Api Terdeteksi di PPU, Penajam dan Babulu Jadi Fokus Penanganan

115 Titik Api Terdeteksi di PPU, Penajam dan Babulu Jadi Fokus Penanganan

Oleh Rd • 21 September 2026

Bagikan Artikel Ini

ADVERTORIAL Diskominfo PPU

PENAJAM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga September 2026. Dalam periode Juli hingga September, tercatat sekitar 115 titik kejadian kebakaran yang tersebar di empat kecamatan, yakni Penajam, Babulu, Waru dan Sepaku.

 

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Fernando Simanjuntak menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah disebabkan kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

 

“Untuk kebakaran lahan yang kita tangani dari bulan Juli sampai September itu diperkirakan sudah sampai 115 titik api di berbagai tempat yang terjadi di empat kecamatan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

 

Dari data penanganan karhutla September 2026, hingga 21 September tercatat 92 kejadian. Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak sebanyak 39 kasus, disusul Babulu 29 kasus, Sepaku 18 kasus dan Waru enam kasus.

 

“Memang masih berlanjut karena diperkirakan hidrometeorologi berdasarkan BMKG sampai dengan bulan Januari, jadi kita sampai saat ini tetap siaga mengantisipasi kejadian-kejadian yang diperkirakan akan datang dan terjadi kembali,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, intensitas kejadian paling banyak terjadi di Kecamatan Penajam dan Babulu. Kondisi tersebut membuat penanganan di dua wilayah itu menjadi perhatian lebih bagi tim di lapangan.

 

“Yang paling besar di Kecamatan Penajam dan Babulu intensitasnya yang banyak terjadi. Titik siaga kita melihat situasi terjadi ini memang kita fokus Penajam dengan Babulu untuk penanganan, banyak kasus di situ,” jelasnya.

 

Kondisi kekeringan di Babulu turut menjadi salah satu perhatian karena wilayah tersebut disebut masih minim hujan. Pemerintah dan tim penanganan karhutla pun masih mempertahankan kesiapsiagaan menghadapi potensi kejadian lanjutan. (Adv)

👁️ 267 kali dibaca

Tinggalkan Komentar